Selasa, 14 Mei 2013

Membaca Kembali Abdoel Moeis

 
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti menetapkan Hari Sastra Indonesia pada 3 Juli (Kompas, 25/3/2013). Tanggal ini diambil dari hari lahir sastrawan Abdoel Moeis pada 3 Juli 1883 di Bukittinggi. Penetapan itu sekaligus mengisyaratkan untuk membaca kembali kiprah Abdoel Moeis, tak hanya di pergerakan, tapi juga sebagai novelis.

Kamis, 28 Maret 2013

Relasi Tuhan dan Manusia dalam Sastra

Empat kali Chairil Anwar menyebut nama ”Tuhanku” dalam puisinya, ”Doa”, yang juga ditujukan kepada pemeluk teguh, sedangkan Abdul Hadi WM, tiga kali menyebut kata ”Tuhan” dalam karyanya, ”Tuhan, Kita Begitu Dekat”. Kerinduan mereka seakan-akan lebih bertenaga dan sempurna jika diulang tiga hingga empat kali dengan kata yang sama.

Senin, 21 Januari 2013

Jihad ‘Prince,’ a Kidnapper, Is Tied to Raid



PARIS — His entourage calls him “the Prince,” and after the militant Islamist takeover of a town in northern Mali last year, he liked to go down to the river and watch the sunset, surrounded by armed bodyguards.

Senin, 07 Januari 2013

SEANDAINYA AKU ORANG BELANDA



Panjang tulisan itu hanya 10.204 karakter. Judulnya singkat, “Seandainya Aku Orang Belanda.”  Dimuat di Harian De Expres pada 19 Juli 1913. Tulisan itu dicetak dalam dua bahasa : Belanda dan Melayu. Dicetak di Bandung oleh De Eerste Bandoengsche Publicatiemaatschapij yang dipimpin J.F.  Wisselius. Selain disebar di Bandung,  media tersebut juga dikirim ke sejumlah redaksi harian yang terbit di Pulau Jawa. Di kalangan pembaca harian Melayu, karangan itu memeroleh sambutan hangat karena penyebaran harian tersebut dilakukan secara terbuka.

Kamis, 03 Januari 2013

SEBUAH PRAHARA


 
Bandung 1913 

Soewardi Soerjaningrat jengkel. Ia dihadapkan kenyataan bahwa pemerintah Hindia Belanda akan menyelenggarakan peringatan 100 tahun kemerdekaan negeri Belanda dari penjajahan Prancis di Indonesia. Perayaan itu akan digelar pada 15 November 1913. Namun, seperti dikemukakan Ahmad Adam dalam Sejarah Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan, perayaan itu berlangsung pada 27 November-1 Desember 1913.

Senin, 05 November 2012

Bildung


Gadamer mengartikan Bildung sebagai "jalan yang ditempuh manusia dalam mengembangkan bakat dan kapasitas alamiahnya. Pendek kata, kemanusiaan bukanlah sesuatu yang  jadi begitu saja atau keterampilan yang bisa dipelajari sekali dan untuk selamanya. Tetapi, dia adalah sebuah pengertian atau direksi (arah) yang berusaha kita olah.

Ia juga menemukan konteks teologis yang melahirkan konsep semacam ini : "kemunculan kata Bildung mengingatkan kita pada tradisi mistik kuno yang berhubungan dengan manusia yang membawa citra Tuhan dalam jiwanya, citra yang jadi model bagi dia untuk mengembangkan diri." Manusia harus membangun dirinya, dunianya, dan lembaga-lembaga tempat dia hidup agar bisa melawan keganasan atau "kehewaniahan" yang selalu mengancamnya."

Sejarah Hermeneutik-Jean Grondin, hlm.216-218

Selasa, 17 Juli 2012


IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
MELALUI KEARIFAN LOKAL DI PERGURUAN TAMANSISWA

Oleh Ki Priyo Dwiarso
Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa

Presentasi di UNY tanggal 20 November 2010

I.                   KODRAT ALAM  (Cirikhas 1 Tamansiswa) :
Sebagai perwujudan kekuasaan Tuhan YME mengandung arti bahwa hakekat umat manusia adalah menyatu dengan alam semesta dan tidak dapat lepas dari hukum kodrat alam. Manusia akan bahagia bila menyelaraskan diri dengan kodrat alam yang mengandung segala hukum kemajuan.