Gadamer mengartikan Bildung sebagai "jalan yang ditempuh manusia dalam mengembangkan bakat dan kapasitas alamiahnya. Pendek kata, kemanusiaan bukanlah sesuatu yang jadi begitu saja atau keterampilan yang bisa dipelajari sekali dan untuk selamanya. Tetapi, dia adalah sebuah pengertian atau direksi (arah) yang berusaha kita olah.
Ia juga menemukan konteks teologis yang melahirkan konsep semacam ini : "kemunculan kata Bildung mengingatkan kita pada tradisi mistik kuno yang berhubungan dengan manusia yang membawa citra Tuhan dalam jiwanya, citra yang jadi model bagi dia untuk mengembangkan diri." Manusia harus membangun dirinya, dunianya, dan lembaga-lembaga tempat dia hidup agar bisa melawan keganasan atau "kehewaniahan" yang selalu mengancamnya."
Sejarah Hermeneutik-Jean Grondin, hlm.216-218

Tidak ada komentar:
Posting Komentar