Senin, 05 November 2012

Bildung


Gadamer mengartikan Bildung sebagai "jalan yang ditempuh manusia dalam mengembangkan bakat dan kapasitas alamiahnya. Pendek kata, kemanusiaan bukanlah sesuatu yang  jadi begitu saja atau keterampilan yang bisa dipelajari sekali dan untuk selamanya. Tetapi, dia adalah sebuah pengertian atau direksi (arah) yang berusaha kita olah.

Ia juga menemukan konteks teologis yang melahirkan konsep semacam ini : "kemunculan kata Bildung mengingatkan kita pada tradisi mistik kuno yang berhubungan dengan manusia yang membawa citra Tuhan dalam jiwanya, citra yang jadi model bagi dia untuk mengembangkan diri." Manusia harus membangun dirinya, dunianya, dan lembaga-lembaga tempat dia hidup agar bisa melawan keganasan atau "kehewaniahan" yang selalu mengancamnya."

Sejarah Hermeneutik-Jean Grondin, hlm.216-218

Selasa, 17 Juli 2012


IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
MELALUI KEARIFAN LOKAL DI PERGURUAN TAMANSISWA

Oleh Ki Priyo Dwiarso
Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa

Presentasi di UNY tanggal 20 November 2010

I.                   KODRAT ALAM  (Cirikhas 1 Tamansiswa) :
Sebagai perwujudan kekuasaan Tuhan YME mengandung arti bahwa hakekat umat manusia adalah menyatu dengan alam semesta dan tidak dapat lepas dari hukum kodrat alam. Manusia akan bahagia bila menyelaraskan diri dengan kodrat alam yang mengandung segala hukum kemajuan.